Tiba saatnya acara yang dinantikan digelar setelah molor hampir satu setengah jam. Diawali dengan kedatangan kereta kencana yang ditumpangi Wali Kota Bandung Dada Rosada disusul Wakil Walikota Ayi Vivananda dengan menunggangi kuda. Tidak lama kemudian tarian tradisional khas Jawa Barat menyambut iring-iringan dan pertanda dibukanya acara BANDUNG BLOSSOM 200 FLOWER FESTIVAL.



Kehadiran dua panser TNI, dua kendaraan tempur, pasukan berkuda kavaleri, dan marching band mampu menarik perhatian masyarakat kota Bandung yang datang pada saat pembukaan acara pawai.


Tampak dari kejauhan mobil patroli pengawal berwarna jingga yang ngejreng menarik perhatian saya, benar saja rupanya yang berada didalam mobil tersebut para polwan yang cantik dan ramah menyapa para penonton pawai. Selain itu juga jajaran kepolisian menghadirkan pasukan pengendara segway, sepeda, dan sepatu roda.


Beberapa pelajar yang mewakili sekolahnya masing-masing mulai dari tingkat dasar sampai menengah atas menambah suasana meriah penuh warna dan keceriaan tampak terpancar dari wajah mereka. Kental sekali suasana karnaval yang mereka tampilkan untuk Bandung Blossom 200 Flowers Festival.


Kostum karnaval yang awalnya saya pikir bakal semeriah apa yang saya bayangkan ternyata hanya sedikit yang ikut berpartisipasi. Mungkin karena ini kali pertama kostum karnaval yang digelar di Bandung. Tapi melihat hasil kreativitas yang ditampilkan tak kalah menariknya dengan peserta pawai lainnya. Kostum bunga Patrakomala dan burung cangkurileung yang merupakan ikon kota Bandung dikemas secara apik. Kostum action figure film serial Jepang yang pernah booming di era 90an dan kostum daur ulang limbah ditampilkan oleh para pelajar kota Bandung sebagai bentuk apresiasi terhadap kotanya.


Teriknya matahari tak menyurutkan masyarakat Bandung untuk tetap menyaksikan festival ini dari awal sampai akhir. Justru sebaliknya para penonton semakin antusias dan memenuhi bahu jalan dan sempat merepotkan aparat keamanan...


Bersambung...

Bandung Blossom 200 Flowers Festival (Part-1)

Read More..

Sabtu (16/10) memang menjadi harinya milik warga kota Bandung. Serangkaian acara digelar untuk memperingati hari puncak kota Bandung yang kini sudah mencapai usia dua abad. Sebut saja kemenangan Persib Bandung melawan Persiba Balikpapan pada sabtu malam dengan kemenangan telak 5 – 1 untuk Persib Bandung. Tentu saja kemenangan ini menjadi kado terindah dari Maung Bandung untuk kota Bandung yang merayakan hari jadinya tepat hari ini. Tapi saya tidak akan membahas gol-gol indah yang tercipta dari anak asuhan “Bang Jun” (*panggilan untuk pelatih Persib Jovo Cuckovic).

Hujan gerimis sabtu pagi ini benar-benar mendahului matahari terbit di kota Bandung seakan memanjatkan doa-doa keberkahan untuk BANDUNG BLOSSOM 200 FLOWER FESTIVAL dalam rangka puncak peringatan HUT ke-200 kota Bandung...


Memasuki Jalan Merdeka pagi ini yang sudah ditutup untuk jalan umum sejak Jumat kemarin rasanya seperti menelusuri Bandung 200 tahun yang lalu tanpa hingar bingar suara mesin dan klakson kendaraan. Sepanjang tepi jalan terdengar suara gemercik air sungai dan pohon-pohon rindang tinggi besar serta bangunan mencerminkan masa lalu disekitar balai kota yang tetap bertahan mengarungi jaman menambah kental suasana Bandung tempo dulu dalam benak pikiran saya.


Detik-detik dimulainya acara BANDUNG BLOSSOM 200 FLOWER FESTIVAL sabtu pagi ini tepat jam 8 tampaknya belum terlihat akan segera dimulai, ini terlihat dari beberapa panitia dan aparat keamanan yang masih sibuk melakukan koordinasi. Benar saja acara baru dimulai pada pukul 9 lewat 25 menit. Jadwal seharusnya dimulai tepat pukul 08.00 (setidaknya inilah yang saya baca di harian lokal Bandung).



Tiba saatnya acara yang dinantikan digelar setelah molor hampir satu setengah jam. Dimulai dengan kedatangan kereta kencana yang ditumpangi Wali Kota Bandung Dada Rosada disusul Wakil Walikota Ayi Vivananda dengan menunggangi kuda. Tidak lama kemudian tarian tradisional khas Jawa Barat menyambut iring-iringan dan pertanda dibukanya acara BANDUNG BLOSSOM 200 FLOWER FESTIVAL.


Bersambung...
Bandung Blossom 200 Flowers Festival (Part-2)

Read More..



Ada banyak jenis festival di seluruh dunia yang bisa mendatangkan jutaan orang secara bersamaan dalam satu kegiatan untuk merayakan sebuah kebahagian dan Love Parade adalah salah satunya. Love Parade berasal dari Berlin tetapi telah diselenggarakan di wilayah Ruhr untuk lima tahun terakhir dengan menghadirkan banyak ekspresi cinta dari para peserta Love Parade yang diselenggarakan secara internasional. Beberapa kota dari belahan negara di dunia yang telah mengadakan Love Parade diantaranya Mexico, San Fransisco, Caracas, Santiago, Dortmund dan yang baru saja di selenggarakan di Alemania. Kalo saja ada di Indonesia kira-kira dimana yaaa??Bandung kayaknya mantep..xixixi*ngarep.com
Lebih dekat dengan Love Parade coba cek disini

Read More..


Jalan Ir, H. Djuanda (Dago) minggu (9/5) ahirnya diresmikan sebagai area car free day di kota Bandung setelah melakukan masa uji coba selam dua minggu sebelumnya. Area Car Free Day sepanjang ruas jalan Simpang Dago sampai taman Cikapayang tersebut diresmikan oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada dengan tajuk "Car Free Day Pesona Sejuta Kawan". Kegiatan ini kedepannya akan berlangsung setiap hari Minggu selama 4 jam mulai dari pukul 06.00 hingga pukul 10.00, ruas jalan Dago tidak boleh dilewati kendaraan bermotor.
Warga Kota Bandung pun turut meng-amini kegiatan car free day ini terbukti dengan antusiasme ribuan masyarakat Bandung yang hadir pada peresmian kegiatan tersebut. Ruas Jalan Dago yang bebas kendaraan bermotor selama 4 jam tidak di sia-siakan oleh warga sekitar untuk memanfaatkannya dengan berbagai kegiatan, seperti Senam, lari pagi, bersepeda, bersepatu roda, atau hanya jalan-jalan santai dan tidak sedikit pula yang memanfaatkan kegiatan ini untuk bersantai bersama keluarga dan menikmati ruang terbuka bebas asap kendaraan.


Masyarakat menikmati CFD (care free Day) dengan berlari pagi dan bersepeda santai


Kegiatan Senam Pagi Mengawali CFD Dago


Bagi sebagian keluarga, CFD Dago dimanfaatkan sebagai acara kumpul bareng dan berolahraga bersama


Salah satu Factory Outlet memanfaatkan acara ini sebagai Sunday Bazzar dan berhasil menarik pengunjung yang datang

Peresmian car free day juga diramaikan dengan beragam pertunjukan kesenian khas sunda seperti kesenian Badawang, Benjang Ujung Berung, rampak kendang, egrang, Extreme trailbike, pawai sepeda baheula dan pawai atlit porda kota Bandung.
Rangkaian Acara Car Free Day Bandung Pesona Sejuta Kawan (*klik link di bawah ini untuk melihat detil)

Lainnya di Car Free Day:
Badawang
Benjang
Rampak Kendang
Egrang
Extreme Trial Bike Comunnity
Segway di Car Free Day Dago
Komunitas Sapedah Baheula (*sepeda Ontel)
Pawai Atlit Porda Kota Bandung
Penampilan Tika KDI di Car Free Day
Pelepasan Balon Udara Car Free Day Pesona Sejuta Kawan
Pulihkan Bandung Selamtkan Lingkungan

Read More..

Dalam Ensiklopedia Sunda; Badawang diartikan sebagai orang-orangan tinggi besar dibuat dari kerangka bamboo dan diberi berpakaian, diusung oleh seseorang yang ada di dalamnya sehingga dapat berjalan dan digerak-gerakan mengikuti irama tetabuhan; biasanya ditampilkan dalam iring-iringan (pawai) untuk meramaikan pesta-pesta umum maupun pesta tradisional keluarga seperti pesta perkawinan atau khitanan.(sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Memeniran)

Badawang yang di bawakan oleh mahasiswa DKV Unpas turut memeriahkan car free day

Kalo seniman Badawangnya kaya gini siy,mau deh jadi anggotanya..xixixi


Salah satu personil Badawang sedang memegang kendang (Asa apal iyeu..Pa Agus (*haji)nya???)xixixi...



Gerakan Ritual Badawang


Pengasuh anak-anak Badawang DKV Unpas(*majukan terus kebudayaan sunda sampai ke akar2nya..xixixi)

Seni badawang merupakan suatu kesenian yang berhubungan dengan kepercayaan Agama asli Indonesia yang didalamnya terdapat lambing seni , bentuk seni , isi seni,pengalaman seni mereka yang pada dasarnya terkandung makna bersifat mistis itu dapat dilihat dari bentuk dan gambaran dari badawang yang merupakan gambaran tradisis totemistik masyarakat agama asli Indonesia walaupun dalam perkembangannya mengalami perubahan dalam bentuk yang lebih lucu / kocak. Di tatar Sunda keberadaan Badawang / memeniran karena dilihat dari bentuk yang besar dan tinggi dilambangkan dengan manusia yang tubuhnya besar dan tinggi ( identik dengan orang Barat yang dalam hal ini orang Belanda ) diambil dari kata meneer ( tuan dalam bahasa Belanda) .(sumber:http://www.bandungkab.go.id)

Lainnya di Car Free Day:
Peresmian Car Free Day Pesona sejuta Kawasan
Benjang
Rampak Kendang
Egrang
Extreme Trial Bike Comunnity
Segway di Car Free Day Dago
Komunitas Sapedah Baheula (*sepeda Ontel)
Pawai Atlit Porda Kota Bandung
Penampilan Tika KDI di Car Free Day
Pelepasan Balon Udara Car Free Day Pesona Sejuta Kawan
Pulihkan Bandung Selamtkan Lingkungan

Read More..

Benjang adalah salah satu beragamnya seni pertunjukan yang bersal dari Kabupaten Bandung yang awalnya sebagai ketangkasan para jawara yang berkembang menjadi seni pertunjukan yang didalamnya terdapat unsur-unsur penunjang dalam pertujukan diantaranya adanya pemain yang tidak terbatas jumlahnya unsur musik sebagai pengiringnya diantaranya musik terebang, terompet, kendang dan kecrek.(Sumber:http://www.bandungkab.go.id)

Seorang Pawang Benjang Sambil Memperagakan Gerakan Penca Mengawasi Pemain Benjang Yang Kesurupan


Atraksi para pemain Benjang


para pemain Benjang dengan gerakan seperti kuda lumping melintasi para penonton

Lainnya di Car Free Day:
Peresmian Car Free Day Pesona sejuta Kawasan
Badawang
Rampak Kendang
Egrang
Extreme Trial Bike Comunnity
Segway di Car Free Day Dago
Komunitas Sapedah Baheula (*sepeda Ontel)
Pawai Atlit Porda Kota Bandung
Penampilan Tika KDI di Car Free Day
Pelepasan Balon Udara Car Free Day Pesona Sejuta Kawan
Pulihkan Bandung Selamtkan Lingkungan

Read More..

Rampak Kendang merupakan sajian kesenian yang memainkan kendang (Gendang) lebih dari satu perangkat secara bersama-sama. Rampak dalam bahasa Sunda berarti bersama-sama atau serempak, sehingga Rampak Kendang berarti bermain kendang secara serempak. Selain itu pula pada permainan Rampak Kendang ini ditampilkan pula keceriaan para pemainnya.(Sumber:http://lssitb.editboard.com)

Rampak Kendang yang personilnya cewe-cewe semua


Penampilan yang lucu di pertontontkan kepada ribuan pengunjung car free day


Inilah wajah-wajahnya secara lebih dekat (*gareulisnya..xixixi)

Lainnya di Car Free Day:
Peresmian Car Free Day Pesona sejuta Kawasan
Badawang
Benjang
Egrang
Extreme Trial Bike Comunnity
Segway di Car Free Day Dago
Komunitas Sapedah Baheula (*sepeda Ontel)
Pawai Atlit Porda Kota Bandung
Penampilan Tika KDI di Car Free Day
Pelepasan Balon Udara Car Free Day Pesona Sejuta Kawan
Pulihkan Bandung Selamtkan Lingkungan

Read More..

Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal.(Sumber:http://id.wikipedia.org)



Pagi itu Egrang menjadi pusat perhatian warga yang berada di area car free day

Lainnya di Car Free Day:
Peresmian Car Free Day Pesona sejuta Kawasan
Badawang
Benjang
Rampak Kendang
Extreme Trial Bike Comunnity
Segway di Car Free Day Dago
Komunitas Sapedah Baheula (*sepeda Ontel)
Pawai Atlit Porda Kota Bandung
Penampilan Tika KDI di Car Free Day
Pelepasan Balon Udara Car Free Day Pesona Sejuta Kawan
Pulihkan Bandung Selamtkan Lingkungan

Read More..


Penampilan dari Bandung Bike Trial Community menjadi tontonan yang membuat detak jantung berdetak lebih kencang pagi itu




Atraksi anggota lainnya dari Bandung Bike Trial Community

Lainnya di Car Free Day:
Peresmian Car Free Day Pesona sejuta Kawasan
Badawang
Benjang
Rampak Kendang
Egrang
Segway di Car Free Day Dago
Komunitas Sapedah Baheula (*sepeda Ontel)
Pawai Atlit Porda Kota Bandung
Penampilan Tika KDI di Car Free Day
Pelepasan Balon Udara Car Free Day Pesona Sejuta Kawan
Pulihkan Bandung Selamtkan Lingkungan

Read More..